Spooky short story - Si Penjelajah



Si Penjelajah

Ibuku adalah seorang penjelajah. Ia menghabiskan seumur hidupnya hanya untuk menjelajahi bumi yang tua ini.

Suatu ketika ia ingin menjelajah ia bilang kepadaku bahwa tempat yang ia akan jelajahi itu adalah tempat dimana surga dunia berada. Ibuku berjanji jika tempat itu ditemukannya, ia akan membawa serta kami untuk tinggal di surga dunia itu. Aku tak percaya jika ibu benar-benar percaya pada omongan pak tua Qwertes. Pria gila yang juga mempunyai hobi yang sama dengan ibuku.

12 bulan lamanya, ibu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Mungkinkah ia telah tewas semasa perjalanan? Ataukah ia tersesat dihutan dan sedang mencari jalan keluar? Yah aku tak tahu itu. Yang penting 5 hari yang lalu ibu mengirimi kami sebuah surat melalui pos. Katanya jangan buka surat itu sebelum surat yang lainnya dikirim.
Aku bingung. Bagaimana ia mengirimi surat melalu pos, padahal iakan sedang berada di hutan. Aneh bukan?

Aku terus menunggu surat yang kedua. Tapi nampaknya surat kedua dari ibu takkan pernah ia kirim.
Aku membuka surat ibu dan membaca isi dari surat tersebut.

For my daugther and my son.

"Haii dear... apa kalian rindu dengan ibu? Maaf ya jika ibu tak bisa bersama kalian.
Ibu sangat merindukan kalian, tapi ibu tak bisa kesana dan menemani kalian karna ibu sudah pada batas akhir perjalanan ibu. Kalian hati-hati ya. Dan ibu juga harus hati-hati!

Beberapa bulan yang lalu aku sudah bilang pada ayahmu untuk merawatmu dengan baik. Apa dia merawatmu dengan baik nak? Sebenarnya aku juga rindu 'Dengan, nya.

Ah ibu tak sabar untuk bertemu dengan kalian juga ayah.

Setelah perjalanan ini, ibu akan mengajak kalian dan ayah untuk jalan-jalan. Apa kalian mau? Disini aku menemukan banyak berlian loh. Bilang ke dia.

Mmm... mau bilang apa lagi ya... mmm... oh iya!
Apakah kalian khawatir denganku? Ah tidak usah. Ibu baik-baik saja disini. Justru ibu sangat khawatir dengan kalian. Setiap hari ibu selalu membatin, apakah kalian sudah makan? Apakah kalian membuat onar disekolah? Bagaimana hasil ujian kalian? Apakah kalian sakit dan terus begitu setiap harinya.
Dengar ibu sangat merindukan kalian. Ibu mungkin tak akan kembali dalam waktu dekat ini. Jadi sampai jumpa ya. Ibu sayang kalian. Dan oh! Jangan berpikiran ibu akan membunuh diri ibu sendiri akibat frustasi tak bisa menemukan surga dunia. Perbuatan itu sangat gila!"

Jadi... ternyata hanya ini isi surat ini. Tak ada yang penting dari isi surat ini.
Semuanya hanya tulisan kerinduan seorang ibu kepada keluarganya.

Merasa kecewa, aku beranjak dari kamarku dan berencana ingin membuang surat ini sebelum kertas lainnya terjatuh dari amplop putih ini.

Di kertas itu, tertulis pesan singkat dengan huruf yang kecil. Butuh ketelitian dan kaca pembesar bagiku tuk membaca isi pesan dari kertas yang terjatuh barusan.

Pesan terakhir setelah titik, kecuali paragraf kedua, ia tertelak setelah koma.
Akupun mengambil kertas yang ingin kubuang tadi dan membaca nya lagi.

Wajah ku memucat saat selesai membaca isi surat yang ternyata menyimpan pesan mengerikan didalamnya.

Ya, ibu benar. Aku harus membawa adikku untuk pergi dari rumah ini. Segera.
-Rans




Komentar

Posting Komentar